EKSPOSKALTIM, Samarinda - Debit air yang menggenangi wilayah Kota Tepian--julukan Samarinda di beberapa titik mulai mengalami penurunan walau tak begitu signifikan. Pasalnya dalam dua hari belakangan hujan tak mengguyur Samarinda seperti hari-hari sebelumnya.
Meski begitu, hingga dari hasil pantauan media ini mayoritas wilayah startegis di ibukota Kaltim masih tergenang air. Contohnya di simpang empat Mall Lembusmawna. Sementara di lain tempat, banjir juga menggenai badan jalan akibat Sungai Karang Mumus (SKM) meluap. ya, sungai tersebut dikenal tercemar sampah dan limbah masyarakat sekitar.
Di titik keramaian lain, banjir turut melanda Jalan Gelatik Kelurahan Temindung Permai Kecamatan Samarinda Ulu. Banjir
menggenangi teras rumah warga dan badan jalan.
"Ya turunnya paling hanya 5 cm, tapi alhamdulillah dengan begini ada kemungkinan bakal surut," kata Andi Saputera (22) RT.16 Kelurahan Temindung Permai, Samarinda Ulu, Sabtu (8/4) siang.
Meskipun debit air kian mulai mengalami penurunan, kata Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman Samarinda sebagian besar warga yang memiliki kendaraan roda dua memilih mendorong kendaraannya demi membelah air yang menggeng di jalanan. "Sudah sejak 4 hari yang lalu begini," kata pemuda berkulit gelap ini.
Dijelaskan Putera air banjir datang dari kali ini merupakan yang terparah sejak
2 tahun terakhir. Pasalnya ketinggian air bervariasi.Palingrendah dengan ketinggian 15 cm.
"Kalau kita masuk lagi kedalam, ketinggian air sampai 1,5 meter," imbuhnya
Sementara itu, bantuan sendiri silirberganti berdatangan. Baik dari pemerintah daerah maupun dari relawan kota samarinda, bantuan berupa makanan dan obat-obatan pun di datangkan.
"Alhamdulillah kemarin sudah di salurkan bantuan, dan seluruhnya sudah di bagikan secara merata bagi yang benar-benar membutuhkan," imbuhnya
Berbeda dengan Lia (35) salah satu warga yang terkena dampak banjir begitu sangat memprihatinkan. Pasalnya bukan hannya rumah yang tenggelam, bahkan harta benda serta alat elektronik miliknya tak sempat ia selamatkan.
Menurutnya, kerugian materil saat ini tidak dapat di pastikan,"semua barang elektronik tidak bisa di selamatkan, seperti televisi, kulkas dan meja kursi serta pakaian 2 lemari udah tidak bisa di pakai. Surat-surat pun tidak bisa kami selamatkan," katanya.

